Suaranusantara.com- Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, menyoroti KPU RI karena serangkaian tindakan kontroversial yang baru-baru ini menjadi sorotan, bahkan ditemukan sebagai dugaan pelanggaran oleh Bawaslu RI.
Ganjar menyatakan keheranannya terhadap KPU yang terus-menerus meminta maaf sebagai penyelenggara pemilu. Dia menekankan bahwa jika permintaan maaf terus-menerus dilakukan, kredibilitas mereka akan dipertanyakan.
“Kalau minta maaf terus nanti kredibilitasnya akan dipertanyakan lho,” ujar Ganjar Pranowo
Politikus dari PDI-P itu juga merujuk pada insiden terkini, seperti pengiriman surat suara secara prematur di Taiwan dan penyelenggaraan simulasi pencoblosan dengan hanya dua pasangan calon presiden di atas kertas surat suara. Ganjar menegaskan bahwa tindakan KPU seharusnya diawasi dengan lebih cermat.
Sebenarnya semua yang keluar dari KPU kita minta ada yang melakukan supervisi agar tidak terjadi kesalahan dan (agar) mereka akan memperbaiki itu,” kata Ganjar.
Dalam kasus Taiwan, KPU menjelaskan bahwa lebih dari 62.000 surat suara yang dikirim di luar ketentuan akan dianggap tidak sah atau rusak.
Mereka mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan inisiatif Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Taiwan, yang bertujuan untuk mengatasi kendala karena liburan Tahun Baru Imlek serta beradaptasi dengan situasi WNI di Taiwan, yang mayoritas adalah pekerja migran.
Sementara itu, terkait kasus surat suara simulasi, KPU mengakui kesalahan dan menjelaskan bahwa surat suara dummy itu merupakan hasil khilaf dan bukan keputusan yang disengaja. KPU mengklaim telah memberhentikan penggunaan surat suara simulasi dummy tersebut sejak 29 Desember 2023, setelah kesalahan manusia yang tak disengaja.
