Suaranusantara.com- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly berbagi cerita mengenai pengalaman hidupnya dalam sebuah acara yang berjudul “Satu Jam Bersama Menteri Hukum dan HAM: Anak Kolong Menjemput Mimpi” yang diselenggarakan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten, pada tanggal 26 Oktober 2023.
Yasonna membagikan kisah masa kecilnya sebagai anak kolong, tumbuh dalam keluarga yang hidup sederhana. Ia adalah putra seorang polisi dan tinggal di rumah yang sangat kecil.
Dalam ceritanya, Yasonna menjelaskan bahwa ia sering tidur di kolong meja, bangku, dan tempat tidur karena rumahnya yang sempit sering dihuni oleh banyak tamu yang datang berkunjung.
Baca Juga : Hypnic Jerk: Sensasi Terjatuh di Tengah Malam yang Membuat Anda Terbangun
Ia juga berbagi pengalaman tentang bagaimana banyak tamu datang ke rumahnya dan menginap, terutama orang-orang dari suku Nias. Meskipun rumahnya kecil, tamu-tamu selalu disambut dengan baik oleh orang tuanya, yang merupakan tokoh Nias.
Yasonna juga menjelaskan bahwa meskipun ia tumbuh dalam lingkungan yang sederhana, ia memiliki cita-cita yang tinggi. Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam hidupnya. Pengalaman uniknya sebagai anak kolong telah membentuknya menjadi pribadi yang mandiri dan berempati, sambil tetap tegas dan profesional.
Seiring berjalannya waktu, Yasonna telah mengambil berbagai peran dalam hidupnya, mulai dari menjadi aktivis mahasiswa hingga menjadi Menteri Hukum dan HAM.
Baca Juga : Anti Ribet, Ternyata Begini Cek Lokasi Seseorang Melalui Google Maps
Selain itu, Yasonna juga merasa beruntung memiliki kesempatan untuk mengambil peran yang berbeda-beda dalam hidupnya dan melihatnya sebagai perintah suci Tuhan untuk menggunakan potensinya demi kebaikan dan manfaat masyarakat.
Yasonna juga berbicara tentang pentingnya nilai integritas dan etika dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, setiap profesi yang dihasilkan oleh universitas harus menciptakan individu yang berintegritas dan beretika dalam bidangnya.
Acara bedah buku biografi Yasonna H Laoly ini dihadiri oleh beberapa narasumber dan pejabat terkait. Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Fatah Sulaiman, mengapresiasi kolaborasi antara kampus dan Kementerian Hukum dan HAM dalam menyelenggarakan acara ini. Fatah merasa bahwa buku biografi Yasonna memiliki banyak substansi yang relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.(red)
