Suaranusanara.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menganggap bahwa kedua tokoh Ganjar Pranowo dan Erick Thohir saling melengkapi satu sama lain, baik dari segi elektoral maupun kepemimpinan, terutama dalam persiapan Pemilu 2024.
Meskipun memiliki karakteristik dan latar belakang yang berbeda, Ganjar Pranowo dan Erick Thohir dianggap memiliki keuntungan bagi keduanya.
Ganjar telah sukses sebagai tokoh yang muncul dari bawah dan berhasil mengubah citranya menjadi sosok yang merakyat.
Sementara itu, Erick, sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU), berasal dari kalangan elit yang mampu menarik dukungan suara.
“Ganjar sejauh ini berhasil berperan sebagai tokoh yang muncul dari bawah. Ia berhasil membalikkan citra ya sebagai yang merakyat. Sementara Erick, dari kelas elite yang mungkin bisa imbang target suara jika disandingkan dengan Ganjar,” kata dia yang dikutip Rabu (5/7/2023).
Dalam hal kepemimpinan, Ganjar Pranowo mewakili pemimpin dengan semangat nasionalis, sementara Erick Thohir memiliki latar belakang religius sebagai kader NU. Karena itu, potensi duet Ganjar-Erick sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden cukup tinggi.
Sebagai contoh, dalam survei yang dilakukan oleh IPO pada periode 5-13 Juni 2023, pasangan Ganjar-Erick mendapatkan hasil elektabilitas sebesar 26,8 persen.(KML)
