SuaraNusantara.com – Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, wilayah selatan Lebak membutuhkan sedikitnya 800 rambu tsunami.
Rambu-rambu tersebut meliputi rambu peringatan kawasan rawan tsunami, rambu petunjuk jalur evakuasi dan rambu petunjuk titik kumpul.
“Total kebutuhan rambu tsunami di wilayah selatan Kabupaten Lebak sebanyak 800. Tahun 2015 pernah dipasang sebanyak 120 tetapi saat ini hanya tersisa sekitar 70 rambu,” kata Febby, Minggu (4/6/2023).
Pada tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memberikan 120 rambu tsunami untuk dipasang di Kecamatan Bayah, Kecamatan Cihara, Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Wanasalam.
“Kami mendapat arahan dari BNPB untuk memasang 120 rambu tersebut ke 4 kecamatan itu yang memang sudah sesuai dengan peta zona risiko tinggi bahaya tsunami,” ujar Febby.
Dijelasakan Febby, rambu-rambu yang dipasang oleh BPBD karena wilayah maupun kawasan pantai punya tingkat risiko tinggi bencana tsunami.
“Bukan cuma faktor alam saja, tetapi juga karena kerentanan. Sebut saja karena jumlah masyarakatnya yang cukup banyak dan juga karena cukup sulit mencari tempat evakuasi,” tutur dia.
Febby mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut aktif mengkampanyekan #siapuntukselamat dan #budayasadarbencana. Ini lantaran menjadi salah satu ikhtiar dalam mengurangi risiko bencana tersebut.
“Memang selalu ada resistensi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai arti rambu dan papan petunjuk tersebut. Namun, upaya-upaya yang kita lakukan bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana,” terangnya.(Def)
