Siapa Sosok Reinhart Hermanus? CEO Finnix hingga Pernah Menjadi Karyawan Mark Zuckerberg, ini Profil Singkatnya

Reinhart Hermanus

Reinhart Hermanus

Suaranusantara.com – Kehadiran Finnix sebagai perusahaan solusi teknologi dan keuangan industri kreatif diapresiasi oleh sejumlah pihak termasuk Kamar Dagang dan Industri Jabar.

Sejak berdiri September tahun 2022, Finnix telah berhasil menyalurkan dana senilai 30 miliar dalam bentuk modal kerja bagi mitra dari 40 proyek dan 20 perusahaan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Reinhart Hermanus selaku CEO Finnix mengatakan jika perusahaan yang ia geluti itu berperan sebagai fasilitator bagi pengusaha kreatif dengan menyediakan dasbor yang mempermudah proses pengajaun pembiayaan, pembayaran dan pengelolaan anggaran serta arus kas.

Lantas siapa sosok Reinhart Hermanus selaku CEO Finnix yang menjadi fasilitator bagi industri kreatif di Indonesia tersebut ? Berikut profil singkatnya.

Reinhart Hermanus, pria kelahiran Bandung 12 Januari 1993. Diusianya yang kini 30 tahun, dengan bakat dan kelihaiannya, Reinhart Hermanus mampu mendirikan perusaahan Finnix yang bergelut di dunia finansial teknologi.

Capaian yang diperoleh Reinhart Hermanus hingga saat ini bukanlah tanpa sebab, selain dari dukungan keluarga, ia juga didukung sepenuh hati oleh wanita yang berkontribusi dalam hidupnya. Dia adalah Anastasia Pingkan Wenas, wanita yang menjadi tambatan hati Reinhart Hermanus yang mengakhiri masa lajangnya pada 6 Juli 2019 dan telah dikaruniai seorang putri.

Ketertarikan Reinhart Hermanus dalam dunia teknologi rupanya sudah tumbuh sejak ia kecil. Selain ayahnya, Davy Hermanus yang merupakan praktisi IT, hal itu juga yang mendorong Reinhart Hermanus mengenyam pendidikan ilmu komputer di Universitas Binus, Jakarta.

Selain mencatatkan namanya sebagai alumni di kampus Universitas Binus dan terdaftar sebagai Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA TOKI), ternyata Reinhart Hermanus juga sedang melanjutkan pendidikan magister di Nexford University, Washington, Amerika Serikat jurusan Administrasi Bisnis.

Ketekunannya dalam dunia ilmu programer membuat suami Anastasia itu direkrut oleh perusahaan milik Mark Zuckerberg sebagai mahasiswa magang di Facebook, California, Amerika Serikat pada tahun 2013 hingga 2014.

Dikutip dari Linkedin.com milik pribadinya, sebelum memantapkan diri terjun di dunia fintek, ternyata Reinhart Hermanus telah berkarir disejumlah perusahaan di Indonesia.

Bagi Reinhart Hermanus, dunia fintek bukanlah menjadi hal yang tabu, itu terlihat sejak ia bergabung di perusahaan OVO yang merupakan perusahaan aplikasi penyedia jasa sistem pembayaran non tunai pada tahun 2019.

Ditengah kondisi ekonomi dunia sedang lumpuh karena covid-19 pada tahun 2021, hal itu tidak memundurkan semangat Reinhart Hermanus mendirikan perusahaan Finnix.

Justru ditengah covid-19 yang melanda hampir semua negara, pria kelahiran 12 Januari 1993 itu bertekad mencatatkan namanya sebagai entrepreneur yang hingga hari ini telah merekrut puluhan pekerja dan membantu pelaku industri kratif.

Kehadiran Finnix sebagai perusahaan solusi teknologi dan keuangan untuk industri kreatif yang berbasis di
Jakarta dan melayani pelanggan di Indonesia telah berhasil mendukung event-event skala besar lainnya termasuk Now Playing Festival (Bandung), Bergembira Bersama Festival (Bandung) dan Tour Dewa 19 (Pontianak).

Belum lama ini juga, perusaahan besutan Reinhart Hermanus itu berhasil gelar festival Sabiphoria Jakarta selama 3 hari pada 12-14 Juni 2023 di JEXPO yang menghadirkan puluhan band papan atas salah satunya, Ungu, Radja, Armada, Project Pop, D’bagindas, Once dan beberapa artis lainnya.

Itu adalah profil singkat Reinhart Hermanus, CEO Finnix.(red)

Exit mobile version