Guru Dipecat Usai Kritik Ridwan Kamil, Warganet : Sedih Pisan Asli

tweet @PolJokesID/tangkapan layar

tweet @PolJokesID/tangkapan layar

Suaranusantara.com – Seorang Guru dari Cirebon bernama Sabil Fadhilah menjadi perhatian warganet lantaran dipecat setelah memberikan kritik kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Keputusan pemecatan itu disebut terpaksa diambil pihak sekolah karena diduga atas laporan Ridwan Kamil.

Dilihat dari akun Twitter PolJokesId, sebelum berseteru, sosok Guru tersebut adalah relawan pemenangan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil pada Pemilu Gubernur Jawa Barat.

Hal tersebut terbukti dari dokumentasi foto yang menunjukkan dirinya berfoto bersama Kang Emil. Ketika itu Sabil Fadhillah terlihat berjabat tangan dengan Kang Emil.

“Ceritanya menuju #Jabar1 by #SabilTea,” tulis Sabil Fadhillah di akun instagramnya tanggal 3 Januari 2016.

Warganet yang melihat fakta itu menjadi geram lantaran situasinya saat ini banyak pejabat yang ketika sudah mendapatkan kursi cenderung melupakan rakyat kecil dan para relawannya.

“Candaan sahabat dibales dipecat oleh pejabat sungguh ironi.. Maneh ceurik uing seuri Kitu mereun anu leres mah,” papar @ajixxx.

“Aduuuh tega bgt, mungkin kang Emil lupa klo Guru yg dipecat itu pendukungnya. Semoga dilancarin, dimudahkan diperbanyak rejekinya Pak Guru, Masih banyak jalan rejeki lain,” papar @quxxx.

“Beda partai cerai semua memuai~,” cuit akun @gakdiajxxx
“Sedih pisan asli,” tulis @hokagezaxxx

“persahabatan bagai kepompong dikritik galak, dipuji sangka penyepong,” sindir @manfexxx

Polemik ini berawal dari unggahan Kang Emil yang menampilkan dirinya melakukan zoom-meeting bersama sejumlah siswa SMPN 3 Kota Tasikmalaya. Kemudian Sabil melalui akun Instagram pribadinya @sabilfadhillah menuliskan komentar yang kemudian “ditandai” oleh Kang Emil yang saat ini sudah menjadi politikus Golkar.

“Dalam zoom ini, maneh teh keur (anda itu lagi-red) jadi gubernur Jabar atau kader partai, atau pribadi?,” tulis Sabil.

“Ceuk maneh kumaha (menurut kamu gimana?-red),” jawab Kang Emil.

Sabil mengatakan bahwa pasca komentarnya ditandai menjadi paling atas,Kang emil, sebut Sabil, menuliskan pesan atau direct message ke instansi tempat dirinya bekerja.

“Tidak pantas seorang guru seperti itu,” tulis Kang Emil dengan melampirkan tangkapan layar komentar Sabil tersebut.

Sabil kemudian mengungkapkan bahwa ada perintah Kang Emil kepada Kepala Cabang Dinas (KCD) untuk menghubungi kepala sekolah dan mencabut Data Pokok Pendidikan (Dapodik) miliknya.(ADT)

Exit mobile version