Suaranusantara.com – Kejadian penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) cukup marak terjadi di Indonesia.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri acara Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024 diruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (9/3/2023).
Ia mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah memperkuat infrastruktur digital untuk menghindari penyalahgunaan dan menjaga keamanan NIK masyarakat.
Tito menjelaskan bahwa NIK merupakan salah satu informasi yang sangat penting. Kedepannya, sambung Tito, NIK akan menjadi dasar bagi semua program yang dibuat tidak hanya oleh pemerintah, namun juga oleh pihak swasta.
“Kita tahu, dalam teknologi finansial sekarang, seluruh transaksi dilakukan secara online, dan menggunakan NIK lebih dari identitas manual,” ujarnya.
Mendagri mejelaskan bahwa pengembangan dan penguatan sistem identitas digital termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) digital dalam rangka mendukung program pemerintah dan juga mendukung program non-pemerintah atau sektor swasta dalam mempromosikan potensi ekonomi Indonesia.
Tito pun mengungkapkan bahwa terdapat masalah yang cukup besar dalam pengerjaan proyek ini, yaitu berkaitan dengan kapasitas infrastruktur.
“Sebagai negara terbesar keempat didunia, Indonesia memiliki populasi yang sangat besar. Hal itu berimplikasi pada kebutuhan ‘big data’, ‘big storage’, dan ‘big bandwidth’ yang juga besar,” paparnya.
Selain kebutuhan kapasitas yang besar, lanjut Tito, hal berikutnya yang dibutuhkan tentu terkait keamanan siber (cyber security-red).
“Untuk mengamankan data agar tidak dihack dan bocor oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kita sedang melakukannya,” ungkapnya.
Tito juga menuturkan bahwa pihaknya meminta dukungan dari kementerian dan lembaga terkait untuk membangun infrastruktur digital. Pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk mengakomodasi hal tersebut.
“Untuk memperkuat infrastruktur digital kita,” jelasnya.(ADT)
