SuaraNusantara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan. Salah satu yang dilakukan dengan pembelian beras menggunakan dana insentif daerah (DID).
Hal itu dikatakan Pj Gubernur Banten, Al Muktabar saat panen padi bersama di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Selasa (10/1/2023).
“Cadangan beras kita sekarang mencapai 2.400 ton yang itu kita harapkan berasal dari petani di Banten,” ungkap Al Muktabar.
Langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Banten, ujar Al Muktabar, menjadi bagian dari perintah Presiden Joko Widodo yang harus dilaksanakan dalam upaya pengutan terhadap ketahanan pangan.
“Ujungnya nanti supaya kita bisa berdaulat pangan,” jelas Al Muktabar.
Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyampaikan bahwa daerahnya menjadi produsen beras terbesar di Banten. Produksi padi Pandeglang pada tahun 2022 mencapai 546.632 ton GKG.
“Jumlah itu naik 112.544 ton GKG dibanding produksi tahun 2021 yakni 434.088 ton GKG. Pandeglang juga menyumbang produksi padi terbesar terhadap Banten yakni 30,75 persen di mana produksi padi Banten tahun 2022 sebesar 1.776.812 ton GKG,” papar Irna.
Kemudian diungkapkan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi, bahwa Provinsi Banten pada tahun 2022 sudah naik kelas dengan masuk 8 besar produsen nasional.
“Tingkatkan indeks pertanaman (IP) untuk meningkatkan produksi. Perluas tanam dan peningkatan produktivitas serta terpakan Biosaka dan pertanian presisi,” pesan Suwandi.(Def)
