Partai Koalisi Pengusung Anies Disebut Batal Deklarasi Karena Bandar, Begini Kata Jusuf Kalla

Suaranusantara.com – Politisi PDI Perjuangan Ruhut Sitompul membenarkan ucapan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah soal gagalnya deklarasi koalisi antara NasDem, PKS dan Demokrat akibat tidak ketemunya kesepakatan dengan bandar untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024.

“Apa yang dikatakan Fahri Hamzah itu kan udah rahasia umum, tapi kan kalau Fahri Hamzah karena dia sakit hati dengan PKS. Kalau saya kan ngomong objektif. Saya rasionalnya saja itu memang betul,” kata Ruhut dikutip dari Populis.id, Sabtu (12/11/2022).

Selain itu, Ruhut menduga gagalnya deklarasi koalisi tersebut karena tidak ketemunya kesepakatan diantara partai-partai calon mitra koalisi. Hal ini berkaitan dengan penetapan sosok bakal calon wapres yang hingga hari ini masih belum diputuskan.

“Kenapa gak jadi, karena sampai sekarang belum bisa ada kata rembuk ada kata sepakat siapa wakil presidennya,” katanya.

Ruhut menduga dalam pembicaraan diantara tiga partai calon mitra koalisi itu turut membahas soal jatah yang didapat apabila berhasil memenangkan Pilpres. Tapi menurut Ruhut itu mustahil, dan ia meyakini rencana koalisi itu akan bubar jalan.

“Jadi kita lihatlah, kalau memang mereka nanti tidak bisa sepakat, belum menang udah mau bagi-bagi roti kemenangan gak jelas juga, padahal masih bakal calon, kita tinggal tunggu bubarnya aja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah ikut menyindir soal batalnya deklarasi koalisi antara NasDem, PKS, dan Demokrat pada 10 November 2022 kemarin. Ia menduga deklarasi itu batal karena belum ada bandar yang sepakat untuk memberi sokongan dana.

“Deklarasi tanggal 10 November sudah gagal, gara-gara bandar belum sepakat. Sudahlah, kita kan sudah tahu semua kan, bandar belum sepakat, duit belum terkumpul, 20 persen belum terkumpul, ya gagal,” ujar Fahri Hamzah dalam acara Adu Perspektif yang ditayangkan di detikcom berkolaborasi dengan Total Politik, Rabu (9/11/2022)

Sementara itu, mantan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal wacana Koalisi Perubahan yang mengusung capres Anies Baswedan gagal deklarasi 10 November lalu. Menurut JK, kegagalan deklarasi hanyalah soal waktu saja.

“Ya itu soal waktu saja, soal waktu,” kata JK seperti dilansir dari Detik.com, Sabtu (12/11/2022).

JK mengatakan kegagalan deklarasi koalisi pengusung Anies karena masih ada hal yang didiskusikan antara partai politik yang tergabung dalam koalisi tersebut.(ADT)

Exit mobile version