
Jakarta-SuaraNusantara
Putri proklamator Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri, mengaku puisinya telah menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam. Dia meminta maaf secara resmi atas puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan dalam pagelaran busana di Jakarta pekan lalu.
“Dengan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi mereka yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi ‘Ibu Indonesia’,” kata Sukmawati, kemarin.
Dia juga juga meminta maaf kepada designer Anne Avantie karena puisi tersebut dibacakannya dalam acara 29 tahun desainer Anne Avantie berkarya di JCC.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Denny Andrian Kusdayat selaku salah satu dari dua orang yang melaporkan Sukamati mengatakan akan melanjutkan pelaporannya. “Kalau tidak lanjut ini akan jadi preseden buruk umat Islam,” kata Denny, di Jakarta, Kamis (05/04/2018).
Menurut Denny, jika Sukmawati dimaafkan dan kasusnya tidak diteruskan, dikhawatirkan masyarakat non muslim akan berpikir umat Islam tebang pilih, karena sebelumnya kasus Ahok yang menistakan agama Islam diproses secara hukum, sementara Sukmawati yang beragama Islam dimaafkan dan tidak diproses. “Jadi laporan ini harus lanjut,” tegasnya.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dimintai konfirmasinya mengaku dalam waktu dekat akan melakukan pendekatan restorative justice atau dialog untuk menyelesaikan kasus ini.
“Mengingat masyarakat Indonesia ini adalah masyarakat yang bermusyawarah, berdialog, kita juga pihak kepolisian mengutamakan restorative justice. Artinya penyelesaian di luar pengadilan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (05/04/2018).
Namun, apabila pendekatan dialog tidak bisa menyelesaikan masalah, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kalau tidak bisa dilakukan restorative justice, dan kalau memang itu suatu pidana, nanti kita lakukan pemeriksaan,” katanya. (Eka)












