Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Pelajar Penganiaya Guru Hingga Tewas Harus Dihukum Berat

Suara Nusantara by Suara Nusantara
2 February 2018
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-SuaraNusantara

Tindak kekerasan yang dilakukan oleh remaja di bawah umur semakin meresahkan masyarakat. Terbaru, seorang pelajar SMA di Sampang, Madura, menganiaya gurunya sendiri hingga tewas. Kecendrungan hukum saat ini yang menganakemaskan pelaku kejahatan berusia di bawah umur sudah saatnya dirubah.

Seorang guru SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Ahmad Budi Cahyono, tewas dipukuli muridnya sendiri, setelah murid tersebut ditegur dengan cara dicoret pipinya dengan pulpen karena tidur di dalam kelas saat pelajaran sedang diberikan.

BACAJUGA

Polemik Tembok Beton di Ciledug, Arief Perintahkan Bongkar

Tekan Pelanggar Prokes, Personel Gabungan Gelar Operasi Lilin Jaya 2020

Usai dianiaya, korban sempat pulang dan tertidur, Kamis (1/2/2018) siang kemarin, namun ketika bangun tiba-tiba muntah dan lemas. Kepada keluarga, dia mengaku dipukuli siswanya sendiri sambil menunjukkan bagian lehernya yang membiru.

Keluarga akhirnya membawa ke IGD RSUD Sampang. Karena pihak rumah sakit di Sampang tak mampu menangani akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhir. Hasil diagnosa dokter di rumah sakit itu menyebutkan, bahwa guru seni rupa itu mengalami gegar otak dan pembuluh darah pecah.

Korban meninggalkan istri bernama Sianit Sinta (22) tengah hamil di usia kandungan lima bulan.

Semakin brutalnya anak-anak dan remaja saat ini tidak terlepas dari hukum yang terlalu lembek terhadap mereka. Dengan dalih masih di bawah umur, pelaku kejahatan dan kekerasan bisa dihukum ringan, bahkan lebih banyak yang dibebaskan karena kasus diarahkan untuk selesai dalam bentuk perdamaian antara keluarga pelaku dan korban.

Bahkan lembaga-lembaga yang mengurusi hak azasi anak, sebenarnya turut berperan dalam meningkatnya perilaku sadis anak-anak dan remaja, karena lembaga ini sering berteriak meminta hak-hak azasi bocah-bocah bejad yang menjadi pelaku kejahatan itu diperhatikan, sementara pada saat bersamaan, dengan meminta pelaku kejahatan di bawah umur dihukum tidak seberat hukuman yang diberikan kepada orang dewasa, sama saja artinya mereka mengabaikan hak azasi korban dan keluarganya.

Para pelaku kejahatan di bawah umur akan berpikir, “Jangan takut berbuat jahat, karena kita masih di bawah umur, nggak mungkin dihukum berat.” Akhirnya perilaku kekerasan di kalangan remaja semakin meningkat, karena nyaris tidak ada efek jera.

Namun berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, kali ini  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersuara lebih keras. Komisioner KPAI Retno Listyarti meminta kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur, Budi Cahyono. Retno mengatakan, hukum tetap harus ditegakkan meski pelaku masih merupakan seorang siswa sekolah.

“KPAI menyampaikan keprihatinan atas kasus tersebut. KPAI meminta kepolisian untuk mengusut apa sebenarnya penyebab kematian guru tersebut atau apakah karena pukulan si siswa atau sebab lain,” ujar Retno di Jakarta, Jumat (2/1/2018), dikutip dari Antara.

Hal itu, lanjut Retno, karena ada jeda antara peristiwa pemukulan dengan kematian korban. Jika karena pukulan siswa tersebut sebagai penyebab kematian, maka hukum haruslah ditegakkan, meski pelaku merupakan siswa yang masih masuk dalam kategori anak.

Di tempat terpisah, pengamat sosial Rinaldi Hasan Basri meminta pemerintah untuk merubah UU  No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Terlalu ringan hukum saat ini diberikan kepada pelaku kejahatan dan kekerasan di bawah umur. Harusnya jangan dilihat umurnya, tapi dilihat jenis kejahatannya,” kata Hasan Basri kepada SuaraNusantara melalui selular, Jumat (2/1/2018).

Menurutnya, pelaku kejahatan di bawah umur hanya bisa diberikan hukuman ringan bila melakukan kejahatan berupa kenakalan remaja yang tidak disertai tindak kekerasan, misalnya melakukan pencurian.

“Tapi bila sudah memperkosa, menganiaya, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain, hukuman berat harus diberikan. Kalau perlu hukuman mati!” tegasnya.

Dia menilai, tidak bisa hanya karena masih di bawah umur 17 tahun, seseorang yang berperilaku sadis diberikan hukuman ringan.  “Sama saja artinya hukuman ringan itu memotivasi pelaku lainnya untuk tidak takut berbuat kejahatan,” katanya.

Hasan Basri meminta pemerintah juga memerhatikan nasib dan perasaan keluarga korban, dan jangan melulu hanya memerhatikan nasib pelaku kejahatan.

“Anak-anak dan renaja itu harusnya berhati polos. Kalau masih muda saja sudah sadis, bagaimana nanti besarnya? Sebelum mereka itu menjadi besar dan semakin terbiasa berbuat sadis, lebih baik diberikan ‘treatment’ khusus berupa hukuman berat, kalau perlu dimusnahkan saja (dihukum mati) daripada belakangan menjadi sampah masyarakat,” tegasnya.

Penulis: Askur

 

Tags: Hukrim

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat
Uncategorized

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

by Defa
15 February 2024

SuaraNusantara.com - Sembilan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)...

ilustrasi Stress dalam pekerjaan (Dok. Istock)
Kesehatan

Atasi Stres Kerja dengan Mudah: Strategi Ampuh yang Bisa Dicoba Hari Ini

by Feri Spt
12 February 2024

Suaranusantara.com  - Stres di tempat kerja dapat menjadi masalah...

Ganjar Pranowo kampanye di Kaltim (Dok PDIP)

Kampanye di Kaltim, Ganjar Singgung Krisis Pelanggaran Jelang Pemilu 2024

7 February 2024
Tom Lembong saat live TikTok bersama Cawapres 01 Anies Baswedan, Sabtu 6 Januari 2024.(instagram)

Anies Baswedan dan Tom Lembong Live TikTok, Ungkap Rahasia Awet Muda

7 January 2024
tugu-yogyakarta(freepek)

4 Wisata Tersembunyi di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

22 December 2023
Dolar

Kurs Rupiah di Bank BCA hingga CIMB Niaga, Yuk Simak Ulasannya Hari ini

4 December 2023

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In