Kamar Sering Dibilang Penuh, Pasien BPJS Kesehatan Sering Terlantar

Jakarta-SuaraNusantara

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni berkunjung ke kawasan Koja, Jakarta Utara,  Kamis (21/12/2017).  Di sana dia menerima keluhan warga terkait buruknya pelayanan BPJS di RSUD Koja.

“Cucu saya dirawat di UGD selama empat hari terus mau pindah kamar, saya tahu ada kamar kosong namun dibilang penuh. Setiap berurusan dengan kounter dan pihak rumah sakit mendapat perlakuan yang mengecewakan,” ujar Hasyim, seorang warga setempat, mengeluhkan pengalamannya kepada Sahroni.

Menanggapi keluhan tersebut, Sahroni pun teringat pengalaman pribadinya. Kepada wartawan dia mengisahkan buruknya pelayanan RS Koja saat ada keluarganya yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Mulai dari kamar kosong dibilang penuh sampai petugas jaga yang tidak kompeten karena banyak pegawai honorer yang ditempatkan, dan tidak tanggap terhadap keluhan pasien di ruang UGD,” ujar Sahroni.

Politisi Partai Nasdem ini menilai layanan BPJS Kesehatan perlu segera dievaluasi secara  menyeluruh karena sering melukai hati masyarakat.

Dia menyoroti alasan defisit yang selalu dikemukakan pihak BPJS Kesehatan sehingga selalu meminta kenaikan anggaran setiap tahunnya. Padahal kenaikan anggaran tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan dan fasilitas kesehatan.

“Menkes bersama Menkeu selalu minta tambahan alokasi anggaran untuk BPJS Kesehatan setiap tahunnya ke DPR tanpa adanya perbaikan di sisi layanan dan fasilitas BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh mutlak dilakukan agar BPJS Kesehatan dapat lebih baik lagi,” tegas Sahroni.

Penulis: Yono D

Exit mobile version