
Bandung-SuaraNusantara
Ancaman radikalisme dan terorisme, narkoba, korupsi dan ketimpangan sosial, membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berencana untuk kembali mengaktifkan siskamling di setiap wilayah sampai ke tingkat RT dan RW.
“Ada empat ancaman nyata saat ini, yaitu radikalisme dan terorisme, narkoba, korupsi dan ketimpangan sosial, saya ingin memolisikan (mengaktifkan) wilayah sampai ke tingkat RW dan RT,” kata Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Bandung, beberapa saat lalu.
Empat masalah tersebut harus dicermati dengan baik. Radikalisme dan terorisme bisa membahayakan keselamatan penduduk, sementara korupsi dan ketimpangan sosial memperparah tingkat kemiskinan yang pada akhirnya bisa meningkatkan tindak kriminalitas di tengah masyarakat.
“Detaksi dini itu sangat penting. Maka kami mohon melibatkan seluruh aparatur supaya bisa mencermati gerakan perkembangan yang ada,” ujar Tjahjo.
Kondisi ini lanjut Tjahjo, hilang pasca reformasi, sehingga dirinya akan melakukan pemolisian di tingkat RT dan RW dengan meningkatkan siskamling.
“Kalaupun tidak siskamling mau membayar satpam harus detail jaganya. Kalau ada warga di luar warga yang bermalam di situ harus didata, dia siapa? Kenapa dia bermalam? Keluarganya siapa?” tegasnya.
Jika ada hal yang mencurigakan, Tjahjo meminta segera untuk melaporkannya ke pihak kelurahan atau langsung ke polsek.
“Jadi harus benar terdata dengan baik, jumlah keluarganya dalam satu rumah itu ada berapa? Ini untuk antisipasi masalah-masalah radikalisme, narkoba dan sebagainya. Ini penting sekali,” tutupnya.
Penulis: Cipto