Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Kisah Ahatöli Gowasa, Merajut Hidup dengan Sepotong Besi

Suara Nusantara by Suara Nusantara
10 August 2017
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
Ahatöli Gowasa (Foto: Wilson Loi)

Ahatöli Gowasa (Foto: Wilson Loi)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Ahatöli Gowasa (Foto: Wilson Loi)

Nias Selatan-SuaraNusantara

Hidup adalah sebuah tantangan yang harus dilalui oleh manusia. Tantangan yang sama dialami oleh Ahatöli Gowasa (45), seorang tukang besi/pandai besi di sebuah desa yang berada di pinggir jalan raya.

Dari kepandaiannya menyulap per mobil bekas menjadi peralatan pertanian dan rumah tangga, dia mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, bahkan seorang anaknya telah lulus menjadi sarjana.

BACAJUGA

Teddy Minahasa Sang Jenderal dengan Harta yang Melimpah

Foto Lawas Ferdy Sambo Beredar, Pantas Putri Kepincut

Di desa Hiliganöwö Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan, Ahatöli Gowasa menekuni pekerjaan sebagai seorang pandai besi sejak umur 16 tahun, terhitung sejak dia menjadi kernet (asisten) pada seorang pandai besi.

“Saya sudah bekerja sebagai kernet pandai besi sejak umur 16 tahun dan hingga sekarang masih melakoni pekerjaan ini,” tutur Ahatöli.

Sejak muda dia tidak pernah memikirkan pendidikan formal di sekolah. Dia hanya ingin bekerja mencari uang lewat sepotong besi yang diolah menjadi parang, cangkul dan kapak. Ketiga alat itu masih banyak dibutuhkan orang sebagai peralatan tani dan dapur.

Memiliki seorang istri dan 7 anak merupakan sebuah tanggungjawab besar yang harus dia jalankan. Soal apakah pekerjaan ini mampu memberikan penghasilan besar, Ahatöli sepertinya tidak terlalu memikirkan hal itu. Dia hanya bersyukur pekerjaan sebagai pandai besi sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Penghasilan sebagai pandai besi bahkan mengantarkan seorang anaknya menjadi sarjana.

“Anak sudah ada yang menamatkan kuliah, dua masih SD dan yang lainya sudah ada yang menikah,” imbuh Ahatöli.

Ahatöli sendiri kurang bisa menjelaskan mengapa dia memilih profesi sebagai pandai besi sebagai jalan hidupnya. Tapi dia merasa dia menjalani profesi tersebut karena hanya keahlian itulah yang dia bisa.

“Mengapa harus melakoni pekerjaan ini (pandai besi)? Karena memang hanya itu yang bisa saya jalankan dan sudah menjadi kebiasaan saya,” katanya.

Bahan Baku dari Per Mobil Bekas

Bahan baku besi didapat dari penjual besi bekas seharga Rp 12.000 per kilogram. Besi yang digunakan diambil dari per mobil bekas yang sudah tak terpakai lagi. Kebutuhan lain yang harus dibeli setiap harinya adalah arang kayu dari petani. Arang kayu ini nantinya dibakar untuk memanaskan besi.

Untuk memperoleh sebuah parang, cangkul atau kapak, Ahatöli harus memanaskan potongan besi dengan bara api hingga berwarna merah bercampur oranye. Setelah itu besi dibentuk dengan cara dipukul menggunakan martil seberat 5 hingga 7 kilogram.

Selain itu, dia juga menggunakan martil seberat 2 kilogram untuk proses penghalusan. Peralatan lainnya terdiri dari tang jepit serta alas pemukul serta pompa angin untuk meniup api.

Bekerja sebagai pandai besi tentunya akan berhadapan dengan panasnya api, asap, debu arang dan debu besi. Tentu hal itu bisa mengganggu kesehatan. Namun Ahatöli sudah terbiasa dengan hal itu.

Asap, debu, panas, semua itu sudah langganan kita setiap hari. Tapi saya selalu mengecek kesehatan di klinik terdekat,” jelasnya.

Setiap hari Ahatöli Gowasa dibantu anak-anaknya mampu memproduksi 10 buah parang. Setiap parang dijual Rp 50 ribu. Semua dikerjakan secara manual bermodalkan pengalaman dari seniornya sewaktu masih menjadi kernet.

“Kami jual satu buah parang itu Rp 50 ribu. Dan biasanya kami jualnya di pekan-pekan (pasar dadakan), yang namanya jualan terkadang tidak habis terjual semua,” tuturnya.

Ahatöli Gowasa berharap pekerjaanya sebagai pandai besi mendapat perhatian pemerintah, terutama dalam pemberian peralatan yang cukup serta pemodalan.

“Saya berharap ada perhatian pemerintah pada pekerjaan kami ini, terutama dalam penyediaan peralatan dan pemodalan yang cukup,” harap Ahatöli Gowasa di akhir perbincangan.

Penulis: Wilson Loi

 

Tags: Sosok

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat
Uncategorized

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

by Defa
15 February 2024

SuaraNusantara.com - Sembilan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)...

ilustrasi Stress dalam pekerjaan (Dok. Istock)
Kesehatan

Atasi Stres Kerja dengan Mudah: Strategi Ampuh yang Bisa Dicoba Hari Ini

by Feri Spt
12 February 2024

Suaranusantara.com  - Stres di tempat kerja dapat menjadi masalah...

Ganjar Pranowo kampanye di Kaltim (Dok PDIP)

Kampanye di Kaltim, Ganjar Singgung Krisis Pelanggaran Jelang Pemilu 2024

7 February 2024
Tom Lembong saat live TikTok bersama Cawapres 01 Anies Baswedan, Sabtu 6 Januari 2024.(instagram)

Anies Baswedan dan Tom Lembong Live TikTok, Ungkap Rahasia Awet Muda

7 January 2024
tugu-yogyakarta(freepek)

4 Wisata Tersembunyi di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

22 December 2023
Dolar

Kurs Rupiah di Bank BCA hingga CIMB Niaga, Yuk Simak Ulasannya Hari ini

4 December 2023

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In