
Gunungsitoli – SuaraNusantara
Seorang pemuda warga Komplek STT Sundermann, Jalan Pendidikan, Desa Sisobahili Tabaloho Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, ditemukan tewas gantung diri di dalam toilet asrama STT BNKP Sundermann, Sabtu (22/7/2017) malam. Pemuda tersebut bernama Fernando Waruwu (19) alias Nando.
Jasad Nando pertama kali ditemukan Peringatan Harefa, personil satpam STT Sundermann.
Peringatan Harefa, saat ditemui SuaraNusantara di lokasi kejadian mengungkapkan, awalnya dirinya melihat Nando masuk dalam toilet sekitar pukul 20.30 WIB. Pada waktu itu, ia masih belum menaruh curiga terhadap gerak-gerik Nando.
Selanjutnya, sekitar pukul 23.00 WIB, ia mendatangi rumah orang tua Nando untuk mengembalikan gelas, sembari menanyakan keberadaan Nando kepada ayah Nando. Ternyata, Nando masih belum pulang ke rumah.
Kemudian Peringatan memberitahukan ayah Nando bahwa anaknya terakhir terpantau sedang berada di toilet kampus. Untuk itu, selanjutnya mereka berdua bersama-sama menuju toilet untuk mencari Nando.
Sesampainya di toilet, mereka mendapati Nando sudah tak bernyawa, dengan posisi leher terlilit tali nilon. Keluarga pun kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Nias.
“Saya masih belum curiga saat dia (Nando) masuk ke dalam toilet itu, karena saya pikir tujuan dia ke belakang itu seperti biasa, yakni untuk merokok,” ungkap Peringatan.
Pantauan Analisa, polisi tiba di lokasi sekitar pukul 23.40 WIB dan langsung melakukan pengevakuasian.
PS Paur Humas Polres Nias, Bripka Restu El Gulö, kepada SuaraNusantara mengatakan, jasad pelaku gantung diri tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli untuk dilakukan visum.
Restu menambahkan, tidak ada ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh Nando.
“Dari hasil VER (Visum et Repertum) yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Jadi, kasus ini murni bunuh diri,” tutupnya.
Kontributor: Dohu Lase












