Mendagri Ajak Masyarakat Lawan Kelompok Anti Pancasila dan UUD ’45

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)

Jakarta – SuaraNusantara

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, kelompok anti Pancasila terus cari cara untuk memecah belah bangsa, baik secara terang-terangan maupun terselubung. Untuk itu, dia mengajak masyarakat meningkatkan komitmen untuk bersikap tegas melawan kelompok anti Pancasila, UUD 45, NKRI dan anti Bhineka Tunggal Ika.

“Mari kita masyarakat Indonesia yang Pancasilais sejati untuk membantu aparat Kepolisian dan TNI dengan bersikap tegas kepada elemen bangsa Indonesia yang anti Pancasila, UUD 45, NKRI, BhinekaTungga Ika dan segala bentuk organisasi yang terlarang di Indonesia,”  ujar Tjahjo lewat pesan elektronik yang dipancaluaskan, Minggu (21/5/2017).

Menurutnya, masyarakat sebagai bagian dari elemen bangsa Indonesia harus berani bersikap ‘siapa kawan, siapa lawan’ terhadap perorangan, kelompok, golongan, elemen organisasi yang terang-terangan atau terselubung  menentang Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika di wilayah Indonesia.

Bekas Sekjen PDI Perjuangan itu mengungkapkan, kelompok ini baru saja menyebar video dan gambar provokasi di laman Facebook yang menyebut ada bentrok antar warga dan ormas Islam di Pontianak, Kalimantan Barat. Padahal itu semua tidak benar alias hoax.

“Mencermati berbagai postingan media sosial yang berkembang akhir-akhir ini bahwa memang perlu filter (menyaring) untuk posting gambar dan video yang ada karena banyak yang bersifat provokatif dan fitnah,” papar dia.

“Seperti foto dan video yang katanya sedang terjadi di Pontianak, misalnya ada bentrok, ada yang terbunuh dan lain sebagainya, padahal di Pontianak aman-aman saja,” sambungnya.

Karena itu, Tjahjo mengajak agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Berita-berita yang tidak jelas sumber asalnya, sebaiknya tidak sampai disebar luaskan.

“Intinya kita hrs mampu memfilter dan tidak membantu menyebarkan berita-berita yang tidak jelas,” imbau dia.

Penulis: Has

Exit mobile version