Sebelum Hilang, Remaja 14 Tahun Mengaku Dipilih Tuhan untuk Meninggalkan Urusan Duniawi

Foto: Net

Jakarta-SuaraNusantara

Sudah empat hari berlalu, polisi masih belum menemukan keberadaan Ekin Sura Totonta Bangun (14). Pelajar kelas VIII SMPN 1 Cibungbulang itu hilang dari rumahnya di Kampung Sawah, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor sejak 28 Februari 2017.

Sebelum hilang, Ekin meninggalkan surat di meja televisi. Dalam pesan surat yang ditulis tangan itu, Ekin mengaku telah dipilih Tuhan. Dalam surat tersebut, Ekin juga mengaku akan menyerahkan diri kepada Tuhan, serta menghilangkan keinginan duniawi.

Ekin juga meminta seluruh anggota keluarga agar tidak khawatir dan menyebarkan informasi ini kepada siapapun, termasuk media sosial. Ia pun berpesan agar orangtua dan anggota keluarganya semakin taat beribadah.

“Di surat itu dia meminta kami menunggu 9 tahun,” kata Teger Bangun, ayah Ekin, dikutip dari liputan6.com.

Selama ini, Teger mengaku tidak melihat gelagat aneh dari anaknya. Hanya saja, sebelum pergi, Ekin menjadi pendiam.

“Temen dan gurunya di sekolah pun bilang begitu. Seminggu ini Ekin jadi pendiam,” kata dia.

Di mata keluarga, Ekin dikenal sangat religius. Setiap hari Minggu, ia rajin pergi ke gereja untuk mengikuti kebaktian. Ekin juga sering berdiskusi bersama orangtuanya terkait agama.

“Sejauh ini sih tidak ada pemikiran aneh. Cuma dia memang bercita-cita ingin menjadi pendeta,” ungkap Teger.

Teger menduga ada orang yang mempengaruhi pemikiran anaknya sehingga berani memutuskan   pergi dari rumah meskipun usianya masih di bawah umur. “Kalau secara spontan enggak mungkin pergi. Mungkin ada yang sering mempengaruhi,” pungkas Teger.

Sementara itu, polisi  sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari keluarga, tetangga, pembantu, wali kelas, sampai teman-teman korban di sekolah. Namun, keterangan para saksi belum menunjukkan di mana keberadaan anak pertama dari dua bersaudara itu.

“Kami masih terus berusaha, namun kami belum menemukan titik terang,” kata Kapolsek Leuwiliang Komisaris I Nyoman Suparta, Sabtu 4 Maret 2017.

“Kami belum tahu apakah anak ini pergi sendiri atau ada orang yang membawanya,” ucap Suparta.

Penulis: Yon

 

Exit mobile version