SuaraNusantara.com–ByteDance, perusahaan induk TikTok, baru-baru ini meluncurkan chatbot AI Coze yang mirip dengan ChatGPT. Coze dirancang untuk membantu pengguna yang tidak memiliki latar belakang teknis dalam membuat coding komputer. Platform ini memungkinkan pembuatan bot AI dengan cepat untuk berbagai keperluan tanpa memerlukan pemahaman kompleks tentang pemrograman.
Coze pertama kali diperkenalkan di pasar Tiongkok dan dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem ByteDance, termasuk perangkat perusahaan Feishu dan aplikasi WeChat milik Tencent Holdings.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi ByteDance untuk memperluas jangkauannya di bidang AI. ByteDance juga disinyalir ingin bersaing dengan Google dan perusahaan teknologi besar lainnya. Namun yang pasti, langkah ini juga untuk memanfaatkan teknologi AI untuk mengembangkan produk dan layanan baru.
Baca Juga:Â Project S TikTok ByteDance Ancam Bisnis UMKM di Indonesia, Pemerintah Siap Menghadapi
ByteDance juga diam-diam menggunakan teknologi OpenAI untuk mengembangkan model bahasa besarnya sendiri, WuDao 2.0. WuDao 2.0 diklaim memiliki kemampuan yang lebih unggul daripada LaMDA, model bahasa unggulan Google AI.
WuDao 2.0 mampu menghasilkan teks kreatif seperti puisi, kode, dan skrip. ByteDance ingin memanfaatkan WuDao 2.0 untuk mengembangkan berbagai produk dan layanan baru, seperti aplikasi media sosial, mesin pencari, dan asisten virtual.
Persaingan antara ByteDance dan Google diprediksi akan semakin sengit di masa depan.













Discussion about this post