Suaranusantara.com – Cuaca panas ekstrem sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan akibat cuaca ekstrem ini, suhu diwilayah Jabodetabek berkisar antara 35 hingga 37 derajat Celcius. Biasanya, masyarakat akan menghilangkan rasa panas dengan minuman dingin yang menyegarkan, apakah aman?
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril mengingatkan sejumlah kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai saat cuaca panas, diantaranya adalah terjadinya keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, hingga rasa berdebar atau jantung terasa berdetak lebih cepat.
Mohammad Syahril pun menambahkan bahwa dalam kondisi cuaca panas, masyarakat perlu juga mewaspadai gejala lain yang timbul, yakni meliputi kulit terlihat pucat, kram pada kaki, mual, muntah, pusing, serta urine yang sedikit dan berwarna kuning pekat.
”Untuk mencegah dehidrasi dan timbulnya kondisi yang tidak diinginkan saat cuaca panas ekstrem, kita perlu untuk minum air yang banyak tanpa harus menunggu haus. Dan hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis,”ujar Syahril
Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah minuman yang sebaiknya dihindari saat cuaca panas ekstrem.
- Teh, Kopi dan Alkohol
Minuman berbahan dasar teh dan kopi serta alkohol dan turunannya dianggap sebagai minuman yang paling menyegarkan untuk melepas dahaga dan rasa gerah. Namun minuman tersebut memiliki sifat diuretik yang kuat, yakni sebuah sifat dimana minuman ini secara alami membantu mengeluarkan air dari tubuh.
Melansir Best Life, sifat diuretik sangat membantu ginjal dalam membuang kelebihan air yang bermanfaat pada penurunan tekanan darah. Namun, saat cuaca ekstrem melanda, kita harus menyimpan air sebanyak mungkin, karena jika kita minum teh, kopi dan alkohol yang terlalu banyak dapat menyebabkan dehidrasi.
- Soda dan Jus Buah
Sebotol minuman manis dingin seperti soda dan jus memang menyegarkan. Akan tetapi jika kita meminumnya setelah berpanas-panasan tidak akan membuat tubuh terasa segar, justru membuat tubuh semakin haus setelahnya.
Minuman soda dan jus buah bisa menyebabkan dehidrasi dan peningkatan kadar gula darah, yang bisa membuat tubuh merasa lebih haus. Minuman berkarbonasi seperti soda juga bisa menyebabkan kembung dan rasa tak nyaman.
- Minuman olahraga
Minuman olahraga memang dapat bermanfaat untuk menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat saat beraktivitas fisik, minuman ini sering kali mengandung gula dan kalori yang tinggi. Jadi, jika tidak melakukan aktivitas fisik yang intens, sebaiknya hindari meminumnya saat cuaca panas ekstrem. - Minuman Air Dingin dan Panas
Menurut Ketua unit kerja koordinasi Gastro-Hepatologi IDAI Muzal Kadim, meminum air dingin dicuaca panas ekstrem dikhawatirkan dapat memicu infeksi saluran napas akut, sehingga sebaiknya dihindarkan.
Sama dengan air bersuhu dingin, Muzal juga menyebut bahwa minuman panas juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat cuaca panas terik. Sebab jika mengonsumsi minuman panas disaat cuaca yang terik, suhu tubuh akan sulit turun, dan tubuh akan tetap merasa kepanasan.
- Minuman berbasis susu
Susu dan produk susu lainnya dapat sulit dicerna dalam cuaca panas, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan pencernaan. Produk susu ini juga dapat menyebabkan dehidrasi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Demikian beberapa minuman yang perlu dihindari saat cuaca panas. Sebagai pilihan bijak, saat cuaca panas ekstrem lebih baik cukup memilih air minum dalam suhu normal.(ADT)
