SuaraNusantara.com – Kehadiran Vladimir Putin dalam pertemuan KTT G20 belum dipastikan oleh Retno Marsudi, Kemeterian Luar Negeri, Minggu (6/11/22)
KTT G20 yang akan berlangsung di Bali pada 15-16 November itu, kehadiran Rusia mendapatakan perselisihan pendapat dari dua puluh negara di dunia yang tergabung KTT G20 akibat invasi Rusia ke Ukraina.
Retno Marsudi mengatakan bahwa kehadiran Vladimir Putin diketahui pasti, namun kata Retno untuk menunggu sampai hari H nya.
”Ketika Indonesia mulai menjabat sebagai ketua G20 pada bulan Desember, kekhawatiran terbesar adalah pemulihan dari pandemi virus corona, katanya, tetapi itu berubah dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari” Ujar Retno
Invasi Rusia ke Ukraina itu, sebagai tuan rumah G20, kata Retno bahwa Indonesia telah berupaya keras untuk menjembatani perselisihan itu.
” Presiden Joko Widodo mengunjungi Kyiv dan Moskow pada bulan Juni dan mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy untuk menghadiri KTT tersebut” tutur Retno
Seruan untuk Rusia keluar dari G20 juga terus bergulir terlebih untuk undangan Putin ke Bali di batalkan.
Menanggapi itu Retno menyampaikan bahwa Presidensi tidak punya hak untuk mencabut keanggotaan, kecuali itu adalah konsensus dari negara-negara anggota G20,” katanya.
Retno mengatakan beberapa negara telah mengambil pendekatan sederhana untuk masalah yang sangat kompleks, dan dalam beberapa kasus beberapa anggota kelompok itu membutuhkan waktu berhari-hari untuk menyepakati penggunaan satu kata.
“Ini sangat, sangat, sangat sulit,” katanya
“Saya bisa katakan bahwa presidensi Indonesia kali ini, mungkin salah satu atau mungkin yang paling sulit dari semua G20 karena masalah geopolitik, ekonomi, dan lain-lain.” tutup Retno(ifn)













Discussion about this post