Jakarta-SuaraNusantara
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise mengungkapkan rasa kecewanya terhadap perilaku WS alias Babeh, guru honorer SD di Tangerang, Banten yang menjadi pelaku sodomi terhadap 25 anak. Yohana meminta pelaku dihukum berat.
“Kami kecewa terhadap kasus sodomi yang dilakukan seorang guru terhadap anak-anak. Saya meminta agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang berat sesuai tindakan tersangka,” ujar Yohana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/1/2017).
Yohana meminta pihak sekolah dan madrasah lebih selektif memilih pengajar yang seharusnya apat menjadi pengganti orang tua di lingkungan pendidikan. Selain itu, sekolah juga mengawal para korban melalui trauma healing.
“Saat ini, para korban yang disodomi tersangka telah mendapatkan pemulihan trauma dan pendampingan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Kementerian PPPA,” ujar Yohana.
WS alias Babeh diketahui melakukan sodomi terhadap 25 anak di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. WS mengaku memiliki ilmu pelet semar mesem sehingga dengan mudah dapat membujuk anak-anak itu untuk datang ke rumahnya.
Penulis: Askur
