Ajak Duel Warga Saat Mabuk, Julius Lase Tewas Dibacok

Keluarga menangisi jasad Julius Parningotan Lase (19) di Ruang Jenazah RSUD Gunungsitoli, Sabtu (22/7) sekitar pukul 21.00 WIB. (Foto : Dohu Lase)

Gunungsitoli – SuaraNusantara

Julius Parningotan Lase (19) alias Julius, warga Desa Saewe Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, tewas dibantai oleh dua abang beradik, HW alias Gabuyu dan SW alias Ama Yani, yang tak lain adalah tetangganya sendiri, Sabtu (22/7/2017) sekitar pukul 19.30 WIB. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan ini dibacok karena awalnya ia sendiri yang menantang duel kedua tetangganya tersebut.

Istri korban, Minaria Zebua (16) alias Minah, saat ditemui SuaraNusantara di Ruang SPKT Polres Nias, Sabtu (22/7/2017), menuturkan kejadian bermula sekitar pukul 19.00 WIB, Julius pulang ke rumahnya di Desa Saewe Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, diduga usai minum minuman keras. Di rumah, Julius ribut-ribut dan menantang ayahnya, Gobadia Lase alias Ama Bute, untuk berkelahi.

Saat ditenangkan ayahnya, Julius tak peduli. Ia malah mengambil pisau dari dalam kamarnya, lalu menyelipkannya di belakang celananya, dan pergi mendatangi rumah Ama Yani dan Gabuyu, yang berada di depan rumah mereka (berseberangan jalan).

Selanjutnya, Julius berteriak-teriak memanggil dan menantang duel Ama Yani, sembari sesekali melontarkan kata-kata makian. Emosi mendengar hal itu, Gabuyu (adik Ama Yani) kemudian keluar dari rumah untuk menerima tantangan Julius, sambil membawa parang.

Saat Gabuyu keluar, Julius malah lari. Gabuyu kemudian mengejar dan mendorong tubuh Julius ke dalam parit. Di dalam parit, Julius menemui ajalnya. Ia dihujani bacokan parang oleh Gabuyu dan juga Ama Yani. Ama Bute (ayah Julius), yang bermaksud menahan/melerai, turut dibacok oleh Gabuyu dan Ama Yani.

Usai membunuh, Gabuyu dan Ama Yani lari ke dalam hutan. Akibat kejadian tersebut, Julius meninggal dunia dengan sejumlah luka bacokan di bagian kepala, leher, dan perut, sedangkan Ama Bute saat berita ini dibuat, dalam kondisi kritis dengan luka bacokan di tangan dan punggung.

Ipda Tona Simanjuntak, perwira piket jaga pada malam itu, saat ditemui SuaraNusantara di hari yang sama mengatakan, pihaknya telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli untuk divisum. Dari TKP juga mereka menyita sebilah pisau, sebilah parang, sebuah tongkat gancu.

“Dari TKP, kita amankan satu buah pisau, satu buah parang, dan satu buah tongkat gancu. Terhadap korban tewas, sudah kita bawa ke RSUD Gunungsitoli untuk divisum, sedangkan terhadap ayah korban (Ama Bute), juga sudah kita bawa ke RSUD untuk mendapat pengobatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak Sat Reskrim Polres Nias masih akan terus melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. “Tadi sudah sempat nampak para terduga pelaku. Namun, mereka sempat melarikan diri melewati sungai begitu melihat kedatangan polisi,” tutupnya.

Kontributor : Dohu Lase

Exit mobile version