Minim Fasilitas, UNBK Tingkat SMP di Nisel Hanya Diikuti 6 Sekolah

Ilustrasi UNBK (Foto: surakarta.go.id)

Nias Selatan-SuaraNusantara

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputerisasi (UNBK) sudah di depan mata. Berbagai persiapan dilakukan, baik sekolah maupun Dinas Pendidikan. Dari 126 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Nias Selatan hanya 6 sekolah saja yang bisa mengikuti ujian sistem UNBK karena minimnya fasilitas dan SDM.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kadis Pendidikan Kabupaten Nias Selatan Nurhayati Telaumbanua, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (9/3/2017).

“Hanya 6 sekolah yang bisa ikut ujian sistem UNBK di Nias Selatan yang lainya sistem ujian nasional berbasis pensil (UNBP) atau manual,” papar Nurhayati Telaumbanua.

Ke-6 sekolah tersebut yang dapat mengikuti UNBK di antaranya SMP Negeri 1 Telukdalam, SMP Negeri 2 Telukdalam, SMP Negeri 3 Telukdalam, SMP Negeri 1 Toma, SMP Swasta BNKP, SMP Swasta Bintang Laut. Sementara 120 SMP lainya mengikuti ujian sistem manual.

“Hal ini disebabkan karena minimnya fasilitas seperti ketersediaan komputer dan jaringan internet. Di sisi lain karena kurang Sumber Daya Manusia (SDM,” tambah Nurhayati.

Untuk tahun ini, peserta ujian yang akan menamatkan jenjang pendidikan pada tingkat SMP ada 6.788 peserta dan 788 di antaranya mengikuti ujian sistem UNBK, sementara sisanya yang 6.000 peserta mengikuti ujian sistem manual.

“Hasil ujiannya nanti tidak lagi diperiksa di Propinsi tetapi di Gunungsitoli. Semua Kabupaten/Kota di Kepualuan Nias hasil ujiannya diperiksa di Gunungsitoli,”  katanya

Di tempat yang berbeda, Ketua Tim Pelaksana Ujian Nasional (UN) tingkat SD dan SMP di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Yudika Duha, menuturkan secara regulasi dari total jumlah sekolah seharusnya 50 persen mengikuti ujian sistem UNBK.

“Sebenarnya secara regulasinya dianjurkan 50 persen dari jumlah keseluruhan sekolah yang harus ikut ujian sistem UNBK ini. Tetapi terkendala dengan ketersediaan jaringan internet dan ketersediaan Komputer,” papar Yudika Duha.

Jelas Yudika Duha, tingkat kelulusan bagi setiap siswa yang akan menamatkan ditentukan oleh pihak sekolah dan hasil UN tidak menjadi keharusan.

“Memang untuk kelulusan sendiri ditentukan oleh sekolah, dan hasil UN tidak menjadi keharusan kelulusan, namun itu menjadi sebuah pertimbangan kelulusan,” jelasnya.

Selain SMP, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun ini tidak ada pelaksanaan ujian nasional yang ada hanya ujian sekolah. “Untuk tingkat SD UN tidak ada yang ada hanya ujian sekolah. Dan ada 7.863 siswa tingkat SD yang akan mau menamatkan pada tahun ini,” tambah Yudika.

Kesiapan pelaksanaan ujian sistem UNBK maupun sistem UNBP (manual), imbuh Yudika, telah melakukan dua kali simulasi dan tinggal menunggu soal ujian dari provinsi karena mereka yang menggandakan soal-soal ujian.

“Kesiapan UNBK kita sudah dua kali lakukan simulasi dan kesiapan lainya kita sudah mengimbau sekolah untuk melakukan simulasi ujian percobaan seperti BT (Bimbingan Tes),” imbuhya.

Diharapkan tahun ini kelulusan siswa, baik tingkat SD maupun tingkat SMP 100 persen. Pelaksanaan UN pada tingkat SMP dilaksanakan pada tanggal 2,3,4 dan 8 Mei 2017, sementara pelaksanaan ujian tingkat SD dilaksanakan pada 15-20 Mei 2017.

Penulis: Wilson Loi

 

Exit mobile version